INGATLAH AKU DISETIAP SUDUT LAMUNANMU...^_^

Rabu, 17 Februari 2010

TIPS BERPAKAIAN SAAT KERJA....

Dari judulnya saja sebenarnya sudah kelihatan maksud dan tujuannya, tapi sebenarnya ini mengenai pakaian yang harus dihindari saat bekerja. Masih nyambung kan...he..he..he..Banyak wanita karier tak menyadari kesalahan mereka dalam berbusana saat pergi ke kantor untuk bekerja. Meskipun tampak sepele, salah mengenakan pakaian dapat membuat kita terlupakan atau batal mendapat promosi jabatan. Seperti dilansir Forbes.com, mengenakan pakaian yang tepat saat bekerja dapat berbuah kesuksesan. Berikut beberapa pakaian yang harus dihindari untuk dipakai saat bekerja:

1. Atasan yang terlalu terbuka.
Mengenakan busana yang terlalu terbuka atau terlalu seksi adalah kesalahan paling fatal dalam daftar ini. Pasalnya, penelitian menunjukkan wanita yang berpakaian terlalu seksi dalam lingkungan profesional biasanya lebih sering dilupakan untuk promosi jabatan. Jika ingin maju, lupakan atasan yang terlalu terbuka.

2. Rok yang terlalu mini.
Mengenakan rok yang terlalu pendek mengesankan Anda sedang berusaha menutupi kekurangan di bidang lain. Ahli etika Barbara Pachter mengatakan bahwa lutut adalah bagian yang sangat visual. Perhatian orang lain akan lebih mudah terfokus pada lutut dibandingkan dengan wajah Anda. Simpan rok mini Anda untuk acara lainnya dan kenakan rok nyaman yang tak terlalu memperlihatkan paha saat bekerja.

3. Pakaian tembus pandang.
Bahan yang cocok dikenakan saat musim panas seperti organza memang terlihat keren dan cantik. Tapi di bawah cahaya lampu ruang rapat, bahan tersebut akan dengan jelas memperlihatkan bentuk kaki dan anggota tubuh yang lainnya. Solusi terbaik adalah dengan menggunakan bahan-bahan transparan tersebut sebagai kamisol untuk atasan. Jika jenisnya rok, lapisi dengan legging.

4. Aksesori yang terlalu berlebihan.
Di lokasi kerja, sedikit aksesori lebih baik. Perhiasan yang dipakai terlalu berlebihan justru terkesan mencolok dan murahan. Tapi jika tetap ingin mengenakan kalung yang sedikit "ramai", pilihlah anting-anting yang sederhana sebagai pasangannya.

5. Baju bertema pantai.
Contohnya adalah baju bercorak ramai dan cerah, menggunakan tali-temali "spageti", dan sandal jepit. Tak ada yang lebih membuat Anda terlihat tidak profesional selain datang ke kantor dengan pakaian seperti itu. Mengenakan penutup seperti pashmina, blazer atau cardigan sederhana akan membuat penampilan terlihat lebih profesional. Sebaiknya pakaian bertema pantai dihindari sama sekali.

6. Pakaian terlalu longgar atau sempit
Pakaian klasik bisa berubah menjadi buruk bila terlalu longgar atau terlalu ketat. Pachter menyarankan untuk membeli pakaian yang bisa dirombak di toko. Jika pakaian yang ada di lemari tak cocok karena berat badan Anda bertambah atau berkurang, carilah tukang jahit terdekat. Kemudian sesuaikan pakaian itu dengan ukuran badan Anda saat ini. Pakaian yang pas bisa mengubah Anda dari yang terlihat tak rapi menjadi berkelas.

7. Memperlihatkan pakaian dalam.
Meskipun pakaian dalam Anda berbahan bagus dan mahal, tak ada alasan untuk memamerkannya saat sedang bekerja. Banyak toko-toko, termasuk Victoria's Secret, yang memiliki staf terlatih untuk mengukur tubuh Anda dan membantu mencarikan pakaian yang sesuai (liputan 6 dot com)

10 TIPS MUDAH UNTUK MENABUNG...

Menabung...huh dari dulu hingga sekarang susah sekali untuk menabung, ada saja keperluan yang mendadak atau pengen beli... Kalau sudah begitu terpakasa deh pecahkan Celengan Semar.. GUBRAKK!!.. :)

Menurut orang yang ahli dibidangnya dan sering melakukan survey bahwa Kebiasaan menabung orang Indonesia ternyata dari tahun ke tahun tidak berubah. Hanya 47 persen orang Indonesia yang sudah mulai menabung, serta hanya 29 persen yang taat kepada anggaran belanja yang dibuatnya. (bener ga sih??)


Trus..gimana sih caranya agar mudah menabung?? Masih menurut orang tersebut ada 10 cara mudah menabung:

1. CATAT KEBIASAAN ANDA DALAM SEBULAN
Sebenarnya menabung itu sangat mudah, selama pengeluaran Anda lebih kecil dari pendapatan. Sebelum itu, Anda harus tahu bagaimana kebiasaan Anda dalam mengeluarkan uang setiap bulannya. Cobalah untuk mencatat pengeluaran harian, mingguan dan bulanan. Kemudian tentukan mana yang perlu dikurangi.. :)

2. SISIHKAN UANG UNTUK ANDA PRIBADI
Kunci kesuksesan menabung adalah untuk menyisihkan uang di awal, sebelum pembayaran hal-hal lain seperti membayar listrik, air dan cicilan. Tentukan tujuan jangka panjang dan secara reguler tabunglah uang Anda dalam tabungan ataupun investasi.
Karena jika Anda terbiasa untuk berbelanja dan baru berusaha menabung setelah ada sisa uang di akhir bulan, maka umumnya sisa uang yang ada di rekening Anda tidak banyak.

3. TENTUKAN TANGGAL
Jika Anda mendapat gaji bulanan maka tidak akan bermasalah untuk menentukan tanggal untuk menyisihkan dana, tapi bagi Anda yang menerima upah/gaji tiap dua minggu, maka tentukan satu dari dua tanggal tersebut untuk menyisihkan dana yang akan ditabung. Jika Anda wirausahawan, tentukan tanggal di tengah bulan di saat Anda tidak membayar tagihan-tagihan.

4. BAYARLAH UTANG ANDA
Segera melunasi utang adalah salah satu cara terbaik untuk mempercepat Anda dalam menabung. Hal ini disebabkan karena bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga tabungan.

5. JAGA TERUS DISIPLIN ANDA
Setelah utang terbayar, maka teruslah sisihkan dana setiap bulannya ke tabungan, bahkan lebih baik lagi jika tersedia penarikan otomatis untuk dimasukkan ke investasi.

6. MOTIVASI DIRI ANDA UNTUK MENCAPAI HASIL YANG BESAR
Tentukan apa yang Anda inginkan dan ketahui berapa jumlah dana yang dibutuhkan, kemudian tentukan cara yang realistis seperti menabung reguler selama enam bulan.

Letakkan gambar yang menunjukkan apa yang Anda impikan di meja kerja, kamar ataupun dompet agar Anda selalu ingat tujuan Anda menabung. Jadi tiap kali ada godaan diskon ataupun Obral Pakaian di mal, Anda tidak mudah tergoda.

7. BUKA REKENING YANG TIDAK BISA ANDA SENTUH
Untuk pembelian dengan jumlah yang lebih besar, menabunglah perlahan dengan memanfaatkan deposito. Rekening ini umumnya memiliki tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, dan jangka waktu yang periodenya telah ditentukan. Dengan demikian Anda tidak dapat menyentuhnya saat ada godaan untuk berbelanja, namun tetap dapat dicairkan saat terjadi keadaan darurat.

8. GUNAKAN CELENGAN ATAU TOPLES UNTUK KOIN ANDA
Uang dalam bentuk koin sering dianggap tidak penting, padahal jika dikumpulkan sesuai dengan pepatah “sedikit sedikit lama lama menjadi bukit” Di saat toples atau celengan penuh bisa menambah jumlah tabungan Anda atau dapat digunakan untuk kebutuhan yang lainnya.

9. KANTONGI BONUS & KEJUTAN LAINNYA
Setiap kali Anda menerima bonus atau hadiah dalam bentuk tunai, langsung masukkan ke rekening tabungan. Uang ini bukan bagian dari penghasilan reguler Anda, sehingga jangan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari Anda dan simpanlah. Jika Anda memiliki utang, gunakanlah dana ini untuk melunasi utang Anda.

10. BIASAKAN HIDUP HEMAT
Terdapat banyak cara untuk berhemat tanpa harus menderita. Bawalah makanan dan air minum dari rumah, gunakan transportasi umum, berhenti merokok, berlibur di saat yang tidak padat (low season), manfaatkan diskon agar memperoleh barang yang Anda “butuhkan” dengan lebih murah, dan masih banyak lagi.

Smoga bermanfaat (kompas dot com)

TIPS ATASI MATA LELAH DI DEPAN KOMPUTER.....


Komputer bukanlah hal yang baru, tapi terlalu lama di depan komputer tentu akan mengakibatkan mata lelah dan kepala pusing. Mata lelah, hal ini diakibatkan oleh pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita melakukan aktifitas di depan monitor. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Sedangkan pusing hal ini biasanya berhubungan dengan mata lelah, kalau mata sudah lelah biasanya sih suka pusing (pengalaman sih)..

Nah buat mereka yang suka berlama-lama di depan monitor PC, berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:

1. Jaga jarak pandang dari monitor.
Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.
Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.

2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD
Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.
Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih suka monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.

3. Atur monitor setting
Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.
Misal settingan seperti, 'text' atau 'internet' akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan 'game' atau 'movie' akan terlihat lebih terang saat digunakan.

4. Gunakan kacamata anti radiasi
Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.
Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.

5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala
Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor. (detikinet dot com)

TIPS AGAR BOSS SENANG TANPA CARI MUKA.......


1. Bekomunikasi. Dengan sering berkomunikasi, terbuka , jujur, dan berinisiatif, Anda dapat membangun dialog terbuka dan mengurangi tingkat kesalahpahaman dengan bos. Dalam bekerja, fokuslah pada pekerjaan dan tidak mencampur adukkan hal-hal di luar pekerjaan.

2. Antisipatif. Anda harus selalu siap dengan masalah yang akan timbul dari pekerjaan, dan menyiapkan solusi-solusi jitu.

3. Tertawa. Sesekali keluarkan kata-kata humoris untuk mencairkan ketegangan dengan bos Anda.

4. Manage up. Jadilah seorang problem solver, agar Anda kelihatan bersinar di depan bos dan rekan kerja.

5. Jangan lawan api dengan api. Jika Bos Anda sedang berapi-api memaksakan kehendak yang tidak masuk akal, jangan hadapi dengan sikap keras kepala Anda. Hadapilah dengan tenang dan ringkas. Anda beritahu bos tentang bagaimana tindakannya dan bagaimana pengaruhnya terhadap Anda.

6. Kekuatan positif dan negatif. Jika bos Anda sudah tidak kesal, Anda harus sikapi dengan bersyukur dan berusaha untuk menunjukkan prestasi terbaik.

7. Waktu yang tepat. Waktu adalah segala-galanya. Untuk bisa mendekati bos, Anda harus mempelajari kondisinya. Kapan suasana hatinya berubah dan rencana Anda dapat berjalan lancar di waktu yang tepat.

8. Panutan. Bekerja dengan standar etika dapat memancarkan energi positif. Pertahankan keseimbangan dan pendekatan pada setiap krisis dengan gaya yang rasional, sehingga pendapat Anda akan didengar ketika masalah muncul.

9. Kemaslah. Pastikan Anda memahami bos melalui komunikasi. Hal itu dapat membantu pekerjaan Anda dengan cara membuat presentasi yang menarik dan interaktif sesuai dengan keinginan bos.

10. Batasan. Jika perlakuan bos Anda 'berbahaya', sebaiknya cari pekerjaan lain. Anda harus segera menentukan sikap
sumber:liputan6.com
RELASI ANTARA DUNIA NYATA DAN DUNIA MAYA.

Ada suatu hal yang menarik dalam dunia keamanan informasi dan internet yang patut untuk dicermati dan dipelajari lebih lanjut. Hal ini berdasarkan riset dan pengamatan ID-SIRTII terhadap pola kejadian potensi serangan internet yang ada di Indonesia. Melalui studi tersebut, ada sebuah hipotesa yang dikembangkan dan dicoba untuk dibuktikan, yaitu: terdapat suatu hubungan yang signifikan antara kejadian di dunia nyata dengan peristiwa serangan di dunia maya (baca: interent) dan sebaliknya.

relasi_dunia_nyata_dan_maya.jpg

Gambar: Contoh Hasil Monitoring Trafik ID-SIRTII

Bersatunya Dua Dunia

Pada awal mulanya lahir dan dimanfaatkannya internet, terkenal suatu istilah semacam virtual world atau cyber world untuk menggambarkannya. Dunia maya ini dianggap sebagai sebuah arena interaksi antara mereka yang memiliki “hak eksklusif”[1] penggunaan sistem komputer yang terhubung dalam sebuah jejaring raksasa. Peristiwa historis tersebut secara tidak langsung mewarnai pola pikir manusia di masa-masa awal perkembangan internet, yang mendikotomikan antara dunia nyata dengan dunia maya.

relasi_dunia_nyata_dan_maya_1.jpg

Gambar: Dikotomi Dua Dunia Manusia

Dalam konteks dikotomi inilah kemudian terbentuk suatu opini bahwa tidak adanya hubungan yang jelas dan tegas antara dua dunia ini. Masing-masing berdiri sendiri dan tidak saling mempengaruhi. Contohnya adalah pendapat yang mengatakan bahwa peperangan yang terjadi di dunia nyata, tidak akan berpengaruh di dunia maya, dan sebaliknya. Bahkan pengguna atau user atau individu terkadang memiliki “dua kepribadian” yang berbeda ketika berinteraksi dengan dua dunia ini. Ketika di dunia nyata, yang bersangkutan memiliki data, perilaku, dan profil seperti apa adanya; namun ketika masuk ke dunia maya, yang bersangkutan dapat “menyamar” menjadi orang lain karena keleluasaan dan kemungkinan-kemungkinan yang ditawarkan.

Lambat laun, sesuai dengan perkembangan internet dan teknologi informasi yang sedemikian cepat, yang tadinya internet hanya dipergunakan unuk riset dan pendidikan, mulai berkembang ke industri serta aspek kehidupan lainnya. Transaksi bisnis mulai terjadi, interaksi sosial antar individu semakin menggejala, penyebaran budaya terjadi secara intensif, keterbukaan politik dan kebebasan media mendominasi kehidupan sehari-hari, dan lain sebagainya. Beberapa pusat riset dunia bahkan mensinyalir, telah terjadi penurunan secara cukup signifikan jumlah transaksi ekonomi yang biasanya terjadi di dunia nyata – karena berpindah ke dunia maya yang memberikan sejumlah manfaat semacam efisiensi dan optimalitas. Misalnya adalah dalam hal kecenderungan membeli barang yang beralih dari uang tunai menjadi model pembayaran berbasis elektronik (seperti kartu kredit, kartu debit, pulsa telepon, dan lain sebagainya).

relasi_dunia_nyata_dan_maya_2.jpg

Gambar: Trend Berhimpitannya Dua Dunia

Fenomena tersebut mengandung arti bahwa apa yang terjadi di dunia maya, tidak dapat dilepaskan begitu saja dengan kenyataan di dunia nyata, mengingat terjadinya kecenderungan keberhimpitan kedua dunia tersebut yang menampakkan irisan semakin lama semakin bertambah besar. Hal ini semakin diperjelas dengan kenyataan yang memperlihatkan bahwa yang berinteraksi di dunia maya adalah benar-benar individu manusia, dengan menggunakan alat pembayaran uang yang sah, dan melibatkan sejumlah dokumen perjanjian yang legal[2]. Dengan berhimpitnya dua dunia tersebut, maka jelas akan terjadi hubungan keterkaitan yang cukup erat antara satu dunia dengan dunia lainnya. Apa yang terjadi di dunia maya akan sangat mempengaruhi mereka yang ada di dunia nyata, dan berlaku pula sebaliknya. Bahkan di masa mendatang, ketika seluruh individu telah terhubung dan dapat mengakses inernet, maka kedua dunia tersebut akan menyatu secara identik.

relasi_dunia_nyata_dan_maya_3.jpg

Gambar: Trend Semakin Berhimpitannya Dua Dunia

Terkait dengan isu keamanan internet yang menjadi pembicaraan banyak orang dewasa ini, terbersit pula sejumlah praduga alias “hipotesa” tidak tertulis yang memperkirakan bahwa hal-hal yang terjadi di dunia nyata dapat berpengaruh di dunia maya dan sebaliknya – terutama hal-hal yang terkait dengan berbagai peristiwa (baca: incident) kejahatan internet.

relasi_dunia_nyata_dan_maya_4.jpg

Gambar: Dua Kaitan Penyebab Kejahatan Internet

Pengaruh Dunia Nyata terhadap Dunia Maya

Dari berbagai hasil pemantauan sejumlah praktisi keamanan informasi dan internet, terdapat sejumlah kejadian di dunia nyata yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap berbagai peristiwa yang berlangsung dalam dunia maya. Berikut adalah beberapa jenis pemicu terjadinya sejumlah peristiwa tersebut.

relasi_dunia_nyata_dan_maya_6.jpg

Gambar: Dunia Nyata sebagai Pemicu Kejadian

Pertama adalah dipicu oleh kejadian bernuansa politis. Contohnya adalah ketika Indonesia dan Malaysia “berhadapan” secara politis dalam kasus perebutan wilayah Ambalat, maka sekonyong-konyong terjadi “perang” web defacement atau “permak tampilan situs” antara hacker underground Indonesia dan Malaysia. Berbagai situs dengan domain .id dicoba di-hack oleh pihak Malaysia, demikian juga dengan situs berakhiran .my yang coba diserang oleh pihak Indonesia. Tidak tanggung-tanggung berbagai pihak di Indonesia maupun Malaysia berusaha “menenangkan” para pihak yang terbakar emosinya ini di dunia maya. Hal yang sama beralangsung pula antara Indonesia dan Australia misalnya setiap kali ada satu atau dua buah berita politik yang mendatangkan ketegangan hubungan bilateral antara dua buah negara terkait. Yang menarik adalah bahwa tidak jarang terjadi peristiwa dimana negara-negara simpatisan atau sekutu juga turut serta “meramaikan dunia persilatan” jika dipandang perlu. Tengoklah apa yang terjadi di dunia maya ketika terjadi perseteruan antara China dan Tibet, Malaysia dan Singapura, Rusia dan Georgia, dan lain sebagainya.

Kedua adalah peristiwa-peristiwa yang dipicu oleh terselenggaranya berbagai event atau kegiatan berskala internasional, semacam Olimpiade, Sea Games, Asian Games, World Cup, dan lain sebagainya. Hal-hal menarik yang terjadi di dalam momen-momen olah rata tersebut adalah persaingan ketat antara sejumlah negara maupun peristiwa-peristiwa tertentu yang menodai rasa keadilan. Lihatlah contohnya ketika terjadi final piala sepakbola antara dua negara, maka tidak jarang di dunia maya pun terjadi peristiwa “serang-serangan” ide, gagasan, maupun situs-sius terkait. Kejadian dipukulinya wasit karateka Indonesia oleh sejumlah atlet Malaysia juga memicu serangan besar-besaran di dunia maya yang sulit dikendalikan. Perlu dicatat bahwa tidak hanya event olah raga saja, namun pertemuan-pertemuan akbar seperti PBB, G8, OPEC, dan lain-lain juga sering menjadi pemicu serangan yang terjadi di dunia maya.

Ketiga merupakan hasil kajian yang sungguh menarik dari sejumlah pihak terkait. Ternyata trend jenis-jenis serangan di dunia maya – seperti SQL Injection, Web Defacement, Botnet, DOS/DDOS Attack, dan lain sebagainya – sangat berkaitan erat dengan buku-buku publikasi terkait dengan proses hacking yang dijual bebas di pasaran. Alasannya cukup sederhana. Biasanya buku-buku berbahasa Indonesia maupun Inggris tersebut dalam memberikan penjelasannya disertai dengan contoh kasus atau latihan-latihan yang melibatkan situs-situs tertentu. Dengan sedikit kreativitas pembaca, maka yang bersangkutan dapat mencoba teknik terkait ke sejumlah situs atau website atau sistem komputer atau jaringan yang ada di tanah air.

Keempat yang merupakan fenomena serupa tapi tak sama adalah trend kejadian “penyerangan” di dunia maya dengan modus operandi seperti yang sering dicontohkan lembaga-lembaga penyelenggara pelatihan internet security atau ethical hacker. Sesuai yang dicontohkan oleh instruktur pengajarnya maupun yang ditulis dalam buku materi pelatihan yang diberikan ke peserta. Hal ini dapatlah dimengerti mengingat sejumlah alasan. Misalnya adalah sangat sulit memahami teori keamanan internet tanpa memberikan dan melakukan sejumlah contoh-contoh analisa kerawanan (baca: vulnerabilitiesi), atau aktivitas uji coba keamanan (baca: penetration test), atau tindakan eksploitasi kerawanan. Alasan lain yang berpegang pada prinsip untuk menjadi seorang “defenser” yang baik, maka harus mengerti cara-cara kerja “offenser” – alias untuk dapat menjadi polisi yang baik, harus tahu persis bagaimana orang jahat atau kriminal berfikir dan bekerja. Sangat sulit melakukan contoh-contoh yang kontekstual tanpa melibatkan jaringan yang riil.

Kelima adalah disebabkan karena begitu banyaknya di pasaran piranti lunak atau tools untuk melakukan hacking yang diperjualbelikan secara gratis – yang kebanyakan merupakan software bajakan. Program-program yang dijual bebas dengan harga murah ini tidak saja memberikan keleluasaan kepada penggunanya untuk melakukan berbagai jenis serangan di dunia maya, namun dari hari ke hari menawarkan pula kemudahan-kemudahan dalam menggunakannya (baca: semakin user friendly). Bagi mereka yang memiliki hobi menekuni dunia keamanan internet, perangkat-perangkat lunak penunjang ini sangatlah berguna karena memberikan berbagai trik, fasilitas, fitur, dan kapabilitas yang sangat beragam.

Keenam yang kerap memicu terjadinya tindakan maupun peristiwa di dunia maya adalah dimulai dari sejumlah pertemuan community of interest baik secara terbuka maupun tertutup (baca: underground) yang membahas berbagai fenomena yang terjadi di dunia maya. Tidak jarang hasil dari diskusi, tukar pikiran, lokakarya, seminar, maupun pertemuan ini bermuara pada uji coba atau tindakan penetrasi terhadap situs atau jaringan tertentu yang menjadi bahan pembicaraan khalayak atau komunitas sejenis ini.

Pengaruh Dunia Maya terhadap Dunia Nyata

Relasi antara dua dunia tersebut berlaku pula sebaliknya. Tidak jarang terjadi suatu sengketa serius di dunia nyata, yang pada awal mulanya sebenarnya terjadi di dunia maya. Hal ini semakin lama semakin banyak terjadi seiring dengan semakin berkembangnya komunitas pengguna internet, dan mulai diperkenalkannya cyber law di Indonesia melalui UU ITE No.11 tahun 2008. Berikut adalah sejumlah fenomena kejadian di dunia maya yang memicu terjadinya peristiwa menarik di dunia nyata.

relasi_dunia_nyata_dan_maya_7.jpg

Gambar: Dunia Maya sebagai Pemicu Kejadian

Pertama, yang paling banyak terjadi dan menggejala belakangan ini adalah dimulai dari penulisan blog oleh seseorang. Sering kali isinya blog lebih merupakan suatu pengalaman dan pandangan pribadi terhadap individu maupun peristiwa atau kejadian tertentu yang didasarkan pada perasaan, persepsi, sangkaan, maupun asumsi tertentu dari si pengarang atau penulis. Tidak jarang ditemui dalam blog tersebut disebutkannya secara jelas dan tegas nama-nama individu pelaku yang terkait dengan isi cerita yang ada. Dalam konteks ini ternyata tidak semua individu dalam dunia nyata telah siap berhadapan dengan alam “demokrasi mengemukakan pendapat” semacam itu, sehingga cukup banyak yang berlanjut dengan adanya tuntutan “pencemaran nama baik” dari mereka yang namanya disebutkan dalam sejumlah blog-blog pribadi yang menjamur di dunia maya. Dengan menggunakan berbagai jenis pasal dalam UU ITE, yang bersangkutan berusaha mempidanakan si penulis blog.

Kedua merupakan fenomena yang dipicu dengan berkembangnya komunitas citizen journalism. Dengan menggunakan berbagai electronic gadget seperti kamera digital, telepon genggam, personal digital assistant, dan lain sebagainya – seorang awam dapat menjadi wartawan karena kemampuannya dalam meliput berita dimana saja yang bersangkutan beraktivitas. Lihatlah bagaimana dibukanya jalur-jalur komunikasi antara televisi dan radio dengan para individu tersebut seperti yang dilakukan oleh kantor berita terkemuka di dunia CNN maupun YouTube. Tidak jarang seorang individu dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari berjumpa dengan peristiwa menarik seperti: anggota parlemen yang sedang memarahi pelayan rumah makan, atau mantan pejabat yang sedang memaki-maki satpam, atau artis yang sedang mencak-mencak kesal dengan penjual, atau tokoh masyarakat yang sedang bersua dengan konglomerat hitam, dan lain sebagainya. Kejadian tersebut dengan mudahnya direkam dan diliput dengan menggunakan telepon genggam atau piranti digital yang dibawa untuk selanjutnya di-upload ke internet untuk dapat diakses dan dinikmati oleh publik. Tentu saja yang bersangkutan dengan berbagai dalih menyangkal dirinya yang berada dalam rekaman tersebut dan berbalik bersengketa serta menuntut si “wartawan amatir” tersebut.

Ketiga adalah banyaknya beredar email-email gelap alias “email kaleng” yang isinya berupa ancaman, tuduhan, diskriminasi, maupun hal-hal lain yang bersifat menakut-nakuti maupun mendeskreditkan seseorang atau lembaga di dunia maya. Walaupun tidak jelas identitas pengirimnya (baca: anonymous), namun jika isi ancaman terkait dengan terorisme misalnya, atau mereka yang diancam adalah tokoh-tokoh penting seperti para pejabat pemerintahan, terlepas dari benar atau tidaknya konten ancaman tersebut, keberadaannya patutlah ditanggapi secara serius. Misalnya adalah kasus beredarnya surat wasiat pelaku bom Bali yang mengancam keselamatan Presiden Republik Indonesia yang langsung mendapatkan tanggapan serius dari polisi, intelijen, dan segenap penegak hukum beserta praktisi keamanan internet yang ada di tanah air.

Keempat adalah terjadinya berbagai jenis kejahatan atau forgery yang bersifat melakukan penipuan identitas atau phishing terhadap para pelanggan perusahaan tertentu, terutama bank. Modul operandi yang paling banyak dipergunakan adalah menggunakan media email dan SMS. Dengan berkedok seolah-olah yang bersangkutan merupakan pihak yang sah, para pelanggan diminta untuk melakukan tindakan pengiriman uang maupun pemberitahuan kata kunci (baca: password) tertentu yang bermuara pada raibnya harta finansial milik si korban tersebut. Kejadian di dunia maya ini benar-benar berdampak pada dunia nyata karena si pelaku tahu persis kelemahan atau keterbatasan pengetahuan dari para calon korbannya.

Kelima merupakan suatu tindakan di dunia nyata yang bermula dari diskursus yang terjadi di dunia nyata melalui email, situs, mailing list, newsgroup, social networking application, chatting room, dan lain sebagainya yang bernuansa kampanye atau persuasif untuk melakukan tindakan tertentu – baik yang bersifat positif maupun negatif. Misalnya adalah sebuah email yang menceritakan suatu peristiwa yang berbau SARA. Terlepas dari benar atau tidak, keberadaan email berantai ini telah memicu kemarahan pihak-pihak yang merasa tersinggung dan berniat untuk melakukan demo besar-besaran di dunia nyata. Atau sebuah mailing list yang menyarankan agar para anggotanya untuk melakukan hal tertentu, seperti: tidak berpartisipasi dalam pemilu alias menjadi golput, memboikot produk-produk asing, memusuhi organisasi tertentu, dan lain sebagainya. Tentu saja segala bentuk himbauan di dunia maya ini sedikit banyak berpengaruh pada kehidupan sehari-hari.

Keenam adalah kejadian di dunia nyata akibat berbagai penilaian yang dilakukan oleh sejumlah individu atau komunitas terhadap suatu hal tertentu – barang, jasa, produk, individu, organisasi, dan lain sebagainya - yang memberikan dampak cukup luas di dunia nyata. Lihatlah bagaimana seorang pelanggan yang kecewa dengan kualitasnya produk yang dibelinya kemudian membeberkan seluruh kegundahannya di dunia maya. Atau seorang wisatawan yang mengalami pengalaman buruk ketika sedang berada di suatu daerah wisata tertentu yang menyarankan orang lain untuk tidak pergi ke sana. Atau bagaimana sekelompok orang yang pernah merasa dirugikan oleh pelayanan bank tertentu menceritakan pengalaman pribadi masing-masing mereka yang dapat berakibat terjadinya rush dari para pelanggan yang masih menjadi nasabah aktif di bank yang bersangkutan, dan lain sebagainya. Jika pada jaman dahulu pengalaman-pengalaman semacam ini dapat terisolisasi beritanya, maka dengan adanya internet, publik dapat turut mengetahuinya dalam waktu sangat singkat.
Strategi Pengamanan Dua Dunia

Keseluruhan fenomena di atas menyiratkan perlu dilakukannya usaha yang terus menerus dan tidak berkesudahan untuk mengedukasi dan meningkatkan wawasan masyarakat dan komunitas terkait dengan pentingnya berhati-hati serta memperhatikan etika ketika berinteraksi di dunia nyata maupun di dunia nyata. Jika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan terjadi di dunia nyata, seluruh pihak harus bersiap-siap jika hal tersebut akan dan pasti menular ke dunia maya – sehingga seluruh aset data maupun informasi yang ada di internet haruslah dijaga keamanannya. Demikian pula mereka yang berfikir dapat berkomunikasi secara bebas tak terbatas di internet patut pula berhati-hati karena jika yang bersangkutan melakukan perbuatan tertentu yang dapat merugikan orang lain dan telah diatur mekanismenya dalam undang-undang yang berlaku, maka hukuman perdata maupun pidana di dunia nyata dapat ditimpakan kepadanya.

Komunitas internet dunia sadar akan seluruh hal ini, dan mereka semua pun paham akan kompleksitas penanganannya mengingat internet merupakan sebuah jejaring raksasa yang bersifat lintas bidang dan geografis. Beberapa pertanyaan mendasar sering terbersit oleh komunitas keamanan internet.

Jumat, 12 Februari 2010

Mengapa Merayakan Hari Valentine itu Haram?


Pormadi
| 12 Februari 2010 | 09:22
117
39
2 dari 2 Kompasianer menilai Bermanfaat.
dari google.com

dari google.com

Sebentar lagi perayaan Velentine, pada 14 Februari 2010. Saya coba membaca kisah perayaan hari Valentine dalam sejarah. Namun ternyata bagi umat Islam, hari Valentine itu HARAM. Lalu saya coba mencari apa alasannya.

Saya coba mencari di situs-situs melalui Mr. Google, tentang haramnya Google. Akhirnya saya temukan bahwa Velentine itu haram karena:

  1. Islam memang mengajarkan hidup dengan penuh kasih sayang. Namun konotasi perayaan saban 14 Februari itu adalah dipersembahkan kepada dewa-dewa. Sehingga perayaan Hari Valentine bagi umat Islam, jelas masuk kategori menyimpang
  2. Hari Valentine jelas tidak ada kaitannya sama sekali dengan Islam dan nilai-nilai budaya Islam.
  3. Ma’ruf menjelaskan, yang haram bukan hari Valentine-nya, tapi perayaan yang dilakukan oleh masyarakat untuk memperingati hari cinta tersebut. Namun cara memperingatinya yang haram karena sudah banyak yang menyimpang,” tambahnya.

  4. di Arab Saudi mufti, Syeikh Abdul Aziz al-Sheikh pernya menfatwakan, peringatan mengenang santo (sebuah tradisi Kristen) ini termasuk jenis “penyembah berhala”.

  5. Ketua MUI Kota Medan: karena menurutnya asal perayaan hari kasih sayang tersebut bukan dari agama Islam
  6. mengajarkan budaya hura-hura dan juga budaya asing, perayaan hari valentine disusupi muatan ajaran agama lain yang tak sesuai dengan Islam
  7. valentine itu tidak ada manfaatnya meskipun pada dasarnya hari valentine itu merupakan ungkapan perasaan semua umat manusia untuk saling menyayangi

Dengan berbagai alasan itu, akhirnya saya tahu sedikit mengapa Hari Valentine itu haram bagi umat Islam. Jadi bagi yang merasa perayaan itu haram jangan merayakan, namun bagi yang merasa adan manfaat perayaan itu dan tidak bertentangan dengan agamanya, rayakan saja. Perayaan itu bermakna hanya karena manusia yang memaknainya dengan dengan benar.


Tags: valentine, kasih sayang, cinta kasih

Haram Merayakan Valentine's Day

Oleh: Ust. Zen Yusuf Al Choodlry

Fenomena perayaan Valentine's Day tidaklah terlalu asing di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya. Para remaja, walau baru kelas satu SMP, sudah mengenal budaya setan ini. Mereka biasa merayakannya dengan mengadakan lomba saling merayu antara lawan jenis, saling memberikan bunga dan hadiah kepada pacarnya, mengadakan pesta musik yang terkadang disertai minuman keras tanpa mempedulikan terjadinya percampuran pria dan wanita non-mahram. Bahkan, acara ini oleh mereka dijadikan ajang untuk mengekspresikan hawa nafsu kepada lawan jenis, misalnya mencium pipi, memegang tangan, sampai melakukan perbuatan yang kelewat batas, naudzu billahi min dzalik. Lucunya, perayaan ini pun rupanya tidak hanya dilakukan oleh anak muda. Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan tante-tante pun tidak ketinggalan 'bertaklid' merayakan budaya sesat ini.

Lebih memprihatinkan lagi, budaya ini telah menjarah remaja Islam, remaja yang diwanti-wanti oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam untuk selalu mengikat perilakunya dengan ajaran Islam dan tidak membebek kepada cara hidup orang kafir, malah larut dalam perayaan jahiliah ini dengan meninggalkan akidah Islam.

Budaya perayaan Valentine's Day telah menjarah remaja Islam . . .membebek kepada cara hidup orang kafir dalam perayaan jahiliah ini dengan meninggalkan akidah Islam.

Mereka yang melakukan perayaan ini berdalih dengan kasih sayang. Padahal, pesta semalam suntuk dalam rangka ber-Valentine's Day diikuti dengan perbuatan dan tindakan yang bertentangan dengan moral dan agama (khususnya agama Islam) tidak akan melahirkan kasih sayang yang sejati. Kasih sayang yang dilahirkannya hanyalah kasih sayang semu dan palsu. Bukan kasih sayang, mungkin lebih tepat disebut hawa nafsu.

Ber-Valentine's Day tidak akan melahirkan kasih sayang yang sejati. . . Bukan kasih sayang, mungkin lebih tepat disebut hawa nafsu.

Sejarah Singkat Valentine's Day

Valentin, atau Valentinus yang di Indonesia beberapa waktu terakhir ini mulai dipopulerkan secara luas dengan istilah Valentin (tanpa e atau huruf s) sebetulnya nama seorang martir (orang Kristen yang terbunuh karena mempertahankan ajaran agama yang dianutnya). Valentin yang sebenarnya adalah nama seorang tokoh agama Kristen yang karena kesalehan dan kedermawanannya diberi gelar Saint atau Santo disingkat dengan St., yang mempunyai tempat istimewa di dalam ajaran agama ini. Panggilan atau gelar ini dilekatkan pula kepada tokoh Kristen yang lainnya, seperti St. Paul, St. Peter, St. Agustine dan sebagainya. St. hanya dihubungkan dengan nama seorang penganjur dan pemimpin besar agama Kristen, dan karena itu tidak dapat diberikan kepada sembarang pemeluk agama ini, yang tingkat keagamaannya masih rendah.

St. Valentin ini karena pertentangannya dengan Kaisar CLAUDIUS II, penguasa Romawi pada waktu itu, berakhir dengan pembunuhan atas dirinya pada abad ketiga, tepatnya pada tanggal 14 Februari tahun 270 Masehi. Menurut kepercayaan Kristen, kematian Valentin ini dikategorikan martir membela agamanya, sebagaimana orang Islam menyebut syahid bagi seorang muslim yang terbunuh di medan jihad.

Kematian yang tragis, kesalehan, dan kedermawanan Valentin ini tidak dapat dilupakan oleh para pengikutnya di belakang. Valentine dijadikan simbol bagi ketabahan, keberanian, dan kepasrahan seorang Kristen menghadapi kenyataan hidupnya. Namanya dipuja dan diagungkan dan hari kematiannya diperingati oleh pengikutnya dalam setiap upacara keagamaan yang dianggap sesuai dengan peristiwa tragis itu. Upacara peringatan yang pada mulanya bersifat religius itu dimulai pada abad ketujuh Masehi dan berlangsung sampai abad keempat belas, dan setelah abad itu signifikansi keagamaannya mulai hilang dan tertutup oleh upacara dan ceremony yang non-agamis.

Hari Valentin, sebagaimana dikatakan di atas, adalah hari kematian Valentine yang kemudian diperingati oleh para pengikutnya setiap tanggal 14 Februari. Kemudian hari Valentine ini dihubungkan pula dengan pesta atau perjamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut supercalia yang biasanya jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang Romawi masuk Kristen, maka pesta supercalia itu secara religius dikaitkan dengan kematian atau upacara kematian St. Valentine.

Penerimaan Valentine sebagai model kasih sayang tulus diduga seperti berasal dari kepercayaan orang Eropa, bahwa masa kasih sayang mulai bersemi bagi burung jantan dan burung betina pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Perkiraannya atau kepercayaannya ini lalu berkembang menjadi pengertian umum bahwa sebaiknya pihak pemuda mencari seorang pemudi (wanita) untuk menjadikan pasangannya dan sebaliknya pada tanggal tersebut. Bersamaan dengan itu, mereka menyarankan untuk saling tukar tanda mata atau cadeau (kado) sebagai lambang terbinanya kasih sayang di antara mereka. Namun, Valentine ini lebih dipopularkan lagi oleh orang-orang Amerika dalam bentuk greeting card (kartu ucapan selamat) terutama sejak berakhirnya Perang Dunia I.

Valentine ini lebih dipopularkan lagi oleh orang-orang Amerika dalam bentuk greeting card (kartu ucapan selamat) terutama sejak berakhirnya Perang Dunia I.

Hukum Merayakan Valentine's Day

Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikiran. Apalagi, bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syiar dan kebiasaan. Padahal, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya, "Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR At-Tirmizi).

Abu Waqid meriwayatkan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat keluar menuju Perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat berkata, 'Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian'." (HR At-Tirmizi, ia berkata, hasan sahih).

Berkasih-sayang versi valentinan ini haruslah diketahui terlebih dahulu hukumnya, lalu diputuskan apakah akan dilaksanakan atau ditinggalkan. Dengan melihat dan memahami asal-usul serta fakta pelaksanaan Valentine's Day, sebenarnya perayaan ini tidak ada sangkut pautnya sedikit pun dengan corak hidup seorang muslim. Tradisi tanpa dasar ini lahir dan berkembang dari segolongan manusia (kaum/bangsa) yang hidup dengan corak yang sangat jauh berbeda dengan corak hidup berdasarkan syariat Islam yang agung.

Sangat jelas bahwa Valentine Day adalah budaya orang kafir, yang kita (umat Islam) dilarang untuk mengambilnya. Kita dilarang menyerupai budaya yang lahir dari peradaban kaum kafir, yang jelas-jelas bertentangan dengan akidah Islam. Sungguh, ikut merayakan hari valentin adalah tindakan haram dan tercela.


Valentine Day adalah budaya orang kafir, yang kita (umat Islam) dilarang untuk mengambilnya.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata, "Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya" dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalaupun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bahkan, perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala dan lebih dimurkai daripada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid'ah, atau kekufuran. Padahal, dengan itu ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta'ala."

. . . Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram . . . .

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine's Day mengatakan, "Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena alasan berikut. Pertama, ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syariat Islam. Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf saleh (pendahulu kita)--semoga Allah meridhai mereka. Maka, tidak halal melakukan ritual hari raya mereka, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah, ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup) yang tampak ataupun yang tersembunyi, dan semoga meliputi kita semua dengan bimbinga-Nya."

Mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup orang kafir akan membuat mereka senang dan dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah berfirman (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al-Maidah: 51).

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (QS. Al-Mujadilah: 22)

Mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup orang kafir akan membuat mereka senang dan dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam surga yang hamparannya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam hadis Qudsi, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya, "Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, saling berkorban karena Aku, dan yang saling mengunjungi karena Aku." (HR Ahmad). Wallahu a'lam.

Sumber:

1. The standart International Dictionary, jilid 18 halaman 5090. The Encyclopedia Americana, jilid 27 halaman 859. (dari www.isnet.org/archive-milis/archive99).
2. Valentine's Day Bukan Ajaran Islam, Drs. Nur'i Yakin Mch, SH, M.Hum.
3. www.alsofwah.or.id
4. www.hidayatullah.com
[PurWD/voa-islam.com]

Baca artikel terkait:

  1. Valentine's Day: Atas Nama Cinta, Jangan Dekati Zina!
  2. Rayakan Valentine's Day, Meniru Orang kafir..!!
  3. Valentine's Day, Gak Keren..!!
  4. Say No To Valentine Day !
  5. Haram Merayakan Valentine's Day
  6. Brunei: Hari Valentine Bukan Untuk Umat Islam